Kabupaten Serdang Bedagai - Ketahanan Pangan Nasional yang semakin di gencarkan pencanangannya oleh Presiden Prabowo melalui Kementrian Pertanian disikapi dengan antusias oleh petani di desa Pulau Tagor Kecamatan Serba Jadi Kabupaten Serdang Bedagai, dengan melaksanakan cetak sawah mandiri.
Tahun 2025 para petani di desa Pulau Tagor memulai kegiatan cetak sawah secara mandiri, Hal ini dilakukan tentu ada sebabnya kata ketua kelompok tani desa Pulau Tagor. Selama empat tahun terakhir sejak 2020, Petani padi sawah desa Pulo Tagor tidak bisa memperoleh air untuk mengairi sawah mereka,sehingga mereka mengalih fungsikan sawah mereka dengan bercocok tanam sawit,kakao,jagung,ubi kayu dan jenis tanaman lain yang tidak begitu membutuhkan air genangan sebagimana pengairan pada tanaman padi sawah,hal alih fungsi itu menjadikan petani kekurangan akan beras sebagai bahan pangan kami kata Ajir (60thn) ketua kelompok tani harapan.
Air tidak bisa mengairi sawah mereka ada faktor nya adalah disebabkan elevasi saluran air parit yang ada saat ini letaknya lebih rendah dari sawah mereka,hingga air tidak pernah sampai ke lahan petani yang mengakibatkan lahan petani tidak bisa ditanami padi sawah.jelas pak Ajir (60) ketua kelompok tani Harapan.
Berbagai upaya sudah dilakukan bantuan pemerintah diantaranya pada tahun 2024 kemarin di bangun sumur bor tetapi itu tidak menjawab permasalahan kebutuhan air sawah petani di desa Pulau Tagor.
Para petani sudah merindukan dan menginginkan penanaman padi sawah lagi agar kami bisa lagi memperoleh kecukupan beras sebagai bahan pangan utama kami kata Dedek(40 tahun) salah satu petani memaparkan.
Kepala desa Pulau Tagor Kasianto sangat mendukung dan mengapresiasi kebijakan cetak sawah mandiri ini dilakukan sebagai bentuk dukungan kami kepada petani terhadap program ketahanan pangan pemerintah.Kami melihat potensi yang luar biasa untuk menambah pangan pada lahan seluas 120 hektar yang saat ini tidak bisa ditanami padi sawah lagi.Dan cetak sawah ini dilakukan dengan cara mendalam kan lahan sedalam satu meter sampai satu setengah meter kedalaman.Dengan menambah kedalaman ini,diperkirakan nantinya air yang bersumber dari pengairan yang sebelomnya lebih rendah dari lahan yang ada,akan menjadi lebih tinggai jelas kepala desa PulauTagor kepada media.
Ketua BPD desa Pulau Tagor menerangkan bahwa dalam melaksanakan cetak sawah ini,,Kami tidak asal kerjakan,kami berdiskusi bermusyawarah dengan ahli yang berpengalaman dalam hal cetak sawah.
(Agus K/Team)