Kutacane - Seluruh Kepala Madrasah dibawah naungan kementerian agama di kabupaten Aceh tenggara menghadiri Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW serta menyambut bulan suci ramadhan 1446 H / 2025 M bertempat di kompleks masjid agung At'taqwa, Acara ini dihadiri oleh Pemerintah daerah Aceh Tenggara, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, Asisten I, II dan III, Seluruh Kepala Dinas Perangkat Daerah, Camat, Lurah, dan Seluruh madrasah dibawah Kementerian Agama RI di kabupaten Aceh Tenggara Kemenag 21/2/2025 Hari jum'at jam 08: 00 WIB sampai selesai.
Dalam Rangka Memperingati Isra' Mi'raj Nabi Muhammmad SAW Dan Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1446 H dengan Penceramah Ustadz KH. Fadlan Gamaratan dari Jakarta dan Pembacaan Ayat Suci Alqur'an Al Ustadz H. Ahmad Azra'i Hasibuan, S.Pd.I Qori Internasional dari provinsi Sumatra Utara.
Dalam Peringatan Isra Mi'raj kali ini ustadz menyampaikan transformasi spiritual dan juga transformasi sosial yang mengajarkan kita semua untuk senantiasa taat, tunduk, dan patuh kepada apa yang diperintahkan dan apa yang menjadi larangan-Nya. Esensi peringtan Isra Mi'raj adalah mendorong kita untuk terus membangun dan mengembangkan peradaban Islam dan konsep Rahmatan Lil Alamin. Islam yang membawa rahmat bagi semesta alam juga mendorong kita untuk meningkatkan solidaritas umat dalam menjaga dan memelihara harmoni dalam kehidupan.
Menyambut bulan suci ramdhan, pada kesempatan ini menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin untuk kita semua, Mari kita jadikan momentum bulan suci ramadhan yang akan hadir dalam hitungan hari lagi agar supaya senantiasa untuk mendekatkan diri dan beribadah kepada Allah SWT dan berlomba-lomba dalam berbuat kebajikan.
Hikmah Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW mengingatkan kepada kita semua agar senantiasa menghadiri majelis ilmu karena pada majelis ini langsung dihadiri oleh 7000 malaikat Allah SWT, sehingga Allah SWT akan membebaskan kita dari azab Allah SWT. Ada beberapa tamsil yang akan diperlihatkan oleh Allah SWt dalam pelaksaan Isra Mi'raj ini yakni pertama hamba yang melewati lautan nanah dan darah dengan aroma yang sangat menyengat ini merupakan tanda orang yang ria, kedua orang yang senantiasa memukul-mukul kepalanya hingga hancur lebur ini merupakan tanda orang yang tidak sholat.
Empat hal yang sangat esensi dalam pelaksanaan Isra Mi'raj adalah menyambung silahturahmi , membuang sifat dendam dalam diri, menjaga dari makan makanan yang diharamkan dan jangan durhaka kepada kedua orang tua.
( Syah Putra )